SMK Negeri Jumantono

IMPLEMENTASI METODE ROOL PLAYING DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA


 

 

IMPLEMENTASI METODE ROOL PLAYING DALAM PEMBELAJARAN PAI

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MUNAKAHAT

DI SMK NEGERI JUMANTONOTAHUN 2023/2024

Sri Suyatni, S.Pd.I

suyatnisri196@gmail.com

SMK Negeri Jumantono

 

 

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi nilai peserta didik pada mata pelajaran PAI materi munakahat di kelas XII TKJ 2 di SMKN Jumantono Tahun pelajaran 2023/2024 yang cenderung rendah dan belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).Perlu adanya inovasi dalam    pengembangan metode pelajaran yang tepat dimana guru tidak hanya sekedar menjelaskan, tetapi juga memberi kesempatan peserta didik untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode role p laying yang lebih menekankan pada pemahaman materi yang diajarkan guru dengan caramemainkan peran tertentu sesuai dengan konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Role Playing dapat meningkatan hasil belajar mata pelajaran PAI materi Munakahat pada siswa kelas XII TKJ 2 di SMKN Jumantono Tahun pelajaran 2023/2024

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yang setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang masing-masing terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu tes tertulis, lembar observasi dan dokumentasi.Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas kelas XII TKJ 2 di SMKN Jumantono  yang berjumlah 20 siswa.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ketuntasan siswa pada siklus I berjumlah 15 siswa dengan persentase 75% dan mengalami peningkatan sebanyak 3 siswa dengan persentase 15% pada siklus II menjadi 18 siswa dengan persentase 90%. Hasil ini dapat dikatakan telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) klasikal yaitu 85%.Maka dapat dinyatakan bahwapenggunaan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar materi munakahat pada siswa kelas kelas XII TKJ 2 di SMKN Jumantono.

 

Kata Kunci: Metode Role Playing,Hasil Belajar

 

         PENDAHULUAN

Pembelajaran merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat komponen-komponen yang dapat mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajara (Purwanto, 2004). Komponen-komponen pembelajaran tersebut antara lain tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media, evaluasi, guru, dan siswa. Guna mencapai tujuan pembelajaran biasanya guru memilih salah satu atau beberapa metode pembelajaran yang paling sesuai dengan tujuan yang ditentukan (Arikonto, 2008). Pemilihan metode pembelajaran ini merupakan strategi awal untuk menentukan dan merancang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa

            Dalam penentuan metode pembelajaran guru harus memahami hakekat

materi pelajaran yang diajarkan. Guru juga harus mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar. Tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan belajar yang menyenangkan agar dapat membangkitkan rasa ingin tahu semua peserta didik sehingga tumbuh minat untuk belaja

            Dalam penentuan metode pembelajaran guru harus memahami hakekat materi pelajaran yang diajarkan. Guru juga harus mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar. Tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan belajar yang menyenangkan agar dapat membangkitkan rasa ingin tahu semua peserta didik sehingga tumbuh minat untuk belajar

            Berkaitan dengan kemampuan cara-cara mengajar, wajib bagi seorang guru mengetahui seluruh metode yang terdapat dalam pelaksanaan pengajaran. Sehingga dimungkinkan dapat mengurangi masalah-masalah yang berkenaan dengan jalannya pengajaran, dapat memecahkan berbagai macam kesulitandalam menyampaikan materi yang sangat banyak dengan siswa yang begitu beragam karakter

            Persoalannya sekarang adalah bagaimana menentukan dan memilih metode pembelajaran yang dapat meningkatkan belajar siswa secara aktif dan mandiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap metode pembelajaran memiliki implikasi strategi untuk pengembangan potensi siswa. Tetapi pada umumnya para guru masih memiliki kelemahan dalam menentukan metode yang terbaik untuk dipilih dan diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran, khususnya di kelas. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang digunakan guru harus benar-benar memperhatikan karakteristik siswa sehingga dengan metode tersebut guru mampu memancing emosi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran

            Metode belajar role playing merupakan salah satu metode yang dapat menjadikan siswa aktif, mandiri, menyenangkan dan mampu membentuk kerjasama yang baik antarguru dan siswa, antara siswa dengan siswa yang lain. Dalam hal ini tentu saja, metode belajar role playing memudahkan siswa atau peserta didik menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit dengan cara mendiskusikannya dengan siswa yang lain. Sebab metode belajar role playing, dengan sendirinya akan melahirkan keaktifan dan kerjasama kelompok

yang besar manfaatnya untuk membentuk suasana kebersamaan dalam pembelajaran, khususnya di dalam kelas.

Role Playing atau bermain peran merupakan metode pembelajaran yang bertujuan menggambarkan masa lampau, atau dapat pula bercerita tentang berbagai kemungkinan yang terjadi baik kini atau mendatang. (Sumiati, 2009 )  

            Beberapa kelebihan metode simulasi / bermain peran (role playing) menurut Sri Anita W, dkk. diantaranya:

  1. Siswa dapat melakukan interaksi sosial dan komunikatif dalam kelompoknya.
  2. Aktivitas cukup tinggi dalam pembelajaran sehingga terlibat langsung dalam pembelajaran.
  3. Dapat mebiasakan siswa dalam memahami permasalahan sosial, hal ini dapat dikatakan sebagai implementasi pembelajaran kontekstual.
  4. Melalui kegiatan kelompok dan simulasi dapat membina hubungan personal yang positif.
  5. Dapat membangkitkan imajinasi.
  6. Membina hubungan komunikatif dan bekerja sama dalam kelompok

      (Sr Anitah W, 2009)

        Adapun kelemahan metode simulasi / bermain peran (role playing)menurut masitoh dan laksmi dewi diantaranya:

a. Relatif memerlukan waktu yang banyak.

b. Apabila siswa tidak memahami konsep simulasi, bermain peran tidak akan  efektif.

c. Sangat tergantung pada aktivitas siswa.

d. Pemanfaatan bantuan belajar sulit.

e. Adanya siswa yang lambat, kurang minat dan kurang motivasi, simulasi bermain peran kurang berhasil. (Masitoh, Laksmi Dewi, 2009)

            Di SMK Negeri Jumantono guru Pendidikan Agama Islam telah banyak menerapkan berbagai metode pembelajaran seperti ceramah, demonstrasi, tanya jawab, dan lainnya. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ada guru Pendidikan agama islam yang belum mampu melaksanakan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran dan nilai siswa yang masih rendah. pemahaman siswa semakin sulit karena hanya memahami materi lewat video conference, atau tayangan video saja (tidak bisa melaksanakan praktik langsung).

            Dengan demikian, metode belajar role playing merupakan metode yang memiliki kedudukan yang cukup signifikan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan aplikatif dalam kelas agar tercipta suasana kelas yang penuh dengan kebersamaan, keaktifan, dan menyenangkan. Maka pelaksanaan metode pembelajaran inilah yang akan diteliti di SMK Negeri Jumantono, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Munakahat.

            Uraian diatas merupakan gambaran betapa pentingnya menciptakan belajar siswa yang aktif dan menyenangkan. Sehingga penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Penggunaan Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Munakahat di SMKN Negeri Jumantono”

 

     METODE PENELITIAN

  1. Jenis Penelitian

Penelitian Kualitatif: Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman siswa dalam menggunakan metode role-playing dalam pembelajaran PAI pada materi Munakahat. Penelitian ini dapat melibatkan wawancara, observasi, dan analisis konten untuk menggali persepsi, pemahaman, dan pengalaman siswa secara rinci.

  1. Setting Penelitian

            Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri Jumantono yang beralamat di Jurug, Blorong, Jumantono,Karanganyar Provinsi Jawa Tengah 57713. Adapun waktu penelitian

siklus I dilaksanakan pada tanggal 26 juni dan 10  Juli  2023, siklus II dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2023

  1. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII TKJ 2 SMK Negeri Jumantono

 Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 20 siswa. Sedangkan yang menjadi objek penelitian  Hasil Belajar Siswa Pada Materi Munakahat Di Smk Negeri Jumantono.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Observasi

 Observasi merupakan pengamatan dan pengambilan data untukmelihat apakah     tindakan penelitian mencapai sasaran. Observasi yang dilakukan merupakan jenis observasi partisipatif yang melibatkan peneliti secara langsung dengan kegiatan sehari-hari orang yang diamati atau digunakan sebagai sumber data penelitian. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi, catatan lapangan, dan alat perekam

elektronik. Observasi dilakukan dengan dibantu oleh rekan yang bertindak sebagai observer dimana masing-masing observer mengamati 16 siswa pada saat proses belajar

mengajar berlangsung.

2. Tes

        Tes dilakukan untuk mengetahui hasil peningkatan aktivitas dan kemampuan siswa dalam praktek shalat dengan strategi Modelling The Way. Dengan menggunakan tes ini peneliti akan dapat mengetahui apakah hasil belajar siswa dan kemampuan siswa dalam praktek shalat mengalami peningkatan sesuai dengan yang diharapkan peneliti.

3. Wawancara

        Wawancara merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada pihak-pihak    yang dianggap dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan terhadap gurudan siswa menggunakan pedoman wawancara.Jenis wawancara ini adalah semi terstruktur yang dalam pelaksanaanya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.

4. Dokumentasi

 Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Dokumentasi yang akan digunakan pada penelitian ini berupa daftar nama siswa, daftar hadir siswa, daftar nama pemeran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), silabus, foto pada saat kegiatan pembelajaran dan lain sebagainya)

  1. Indikator Kinerja

Pada penelitian ini Hasil belajat Materi Munakahat pada materi PAI kelas 12 TKJ SMKN Jumantono, Karangayar Tahun ajaran 2023/2024 mengalami peningkatan melalui metode Rool Playing apabila  secara klasikal  siswa tuntas 80% dari jumlah siswa 20 anak

Peningkatan  aktivitas indikatornya adalah adanya peningkatan aktivitas dari kurang baik menjadi baik

  1. Prosedur Tindakan

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Metode Rool Playing dengan melakukan 4 tahapan yaitu : Perencanaan, Tindakkan ,Observasi dan refleksi. Pada tahap awal peneliti menggunakan metode ceramah  sedangkan pada tahap ke dua  peneliti menggunakan  metode Rool Playing  sebagai pembanding           

  1. Teknik Analisis Data

Untuk memperoleh data yang valid mengenai hasil belajar siswa materi Munakahat kelas XII TKJ 2 SMKN Jumantono Kabupaten Karanganyar Tahun ajaran 2023/2024, maka dilakukan uji keabsahan data. Adapun caranya disesuaikan dengan alat maupun data yang diperlukan, misalnya tes tertulis akan divalidasi butir soalnya melalui kisi-kisi, observasi akan divalidasi datanya melalui triangulasi

  1. Aktivitas belajar (observasi), yaitu data yang berasal dari siswa, guru dan rekan observer yang merupakan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis diskriptif kualitatif berdasarkan pengamatan dan refleksi dengan  membandingkan proses kondisi awal, dan kondisi akhir.
  2. Hasil belajar yang berupa nilai tes yang divalidasi adalah instrumen tes yang berupa butir soal dengan content validity diperlukan kisi-kisi soal. Data yang berupa angka (data kuantitatif) dianalisis menggunakan diskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, kondisi akhir, dan kemudian direfleksikan

 

           HASIL PENELITIAN

Dari penelitian yang sudah dilaksanakan membuktikan bahwa penerapan metode role playing pada mata pelajaran PAI materi munakahat dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Terjadi peningkatan jumlah siswa yang tuntas di setiap siklusnya. Berikut pemaparan datanya:

100

90

80

70

60

50

40

                  

                  

Tuntas

Tidak Tuntas

30

20

10

0

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II


Gambar 1.8  Diagram peningkatan ketuntasan Siswa

 

Dari diagram di atas dapat dijabarkan dalam bentuk tabel data ketuntasan siswa sebagai berikut

 

Kegiatan

Ketuntasan Siswa

Persentase

Siklus I

15 siswa

75%

Siklus II

18 siswa

90%

Peningkatan

3 siswa

15%

 

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa ketuntasan siswa pada siklus I berjumlah 15 siswa dengan persentase 75% dan mengalami peningkatan sebanyak 3 siswa dengan persentase 15% pada siklus II menjadi 18 siswa dengan persentase 90%. Hasil ini dapat dikatakan telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) klasikal yaitu 85

 

 KESIMPULAN

Berdasarkan hasilpenelitian tindakan kelas pada pembelajaran PAI materi munakahat menggunakan metode role playing pada siswa kelas XII TKJ SMK Negeri Jumantono tahun pelajaran 2023/2024, terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar dari siklus I ke siklus II.Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas yaitu 15 siswa dengan persentase 75%, sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas yaitu 18 siswa dengan persentase 90%. Terjadi peningkatan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 3 siswa dengan persentase 15%.Hasil  belajar pada siklus II telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) klasikal yaitu 85%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode role playing dapat meningkatkan hasil belajar fiqih materi munakahat pada siswa kelas kelas XII TKJ SMK Negeri Jumantono tahun pelajaran 2023/2023

   REFERENSI

Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Dan Prosedur.

PT.Remaja Rosdakarya: Bandung.

Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.Bumi Aksara: Jakarta.

               2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.PT Rineka Cipta: Jakarta.

Ash Shiddieqy, Muhammad Hasbi. 1999. Pengantar Ilmu Fiqih.PT. Pustaka Rizki Putra: Semarang.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar.PT. Rineka Cipta:Jakarta.

Hasbullah. 2009. Dasar Dasar Ilmu Pendidikan. PT. Raja Grafindo Persada:

Nawawi, Ismail. 2012. Fikih Muamalah Klasik Dan Kontemporer.Ghalia Indonesia: Bogor.

Purwanto, Nanang. 2014. Pengantar Pendidikan. Graha Ilmu: Yogjakarta. Rosyadi, Khoiron.  2004. Pendidikan Profetik. PustakaBelajar:Yogyakarta..

Sahrani, Sohari & Ru‟fah Abdullah. 2011. Fikih Muamalah.Ghalia Indonesia:

Suhartono, Suparlan. 2008. Filsafat Pendidikan. Ar-Ruzz Media: Yogyakarta.

Suyadi. 2010. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. DIVA Press: Yogyakarta.

PT. Remaja Rosdakarya: Bandung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


0 Komentar

Tulis Komentar