Siswa kelas X Teknik Otomotif 2 SMK Negeri Jumantono mengikuti pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Lab TIK SMK Negeri Jumantono.
Kegiatan pelatihan ini dibimbing oleh Dania Ayu Wulandari, S.Pd., Guru Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Dalam pelatihan tersebut, siswa diajak mengenal dasar-dasar pemrograman melalui praktik langsung membuat Aplikasi Servis Berkala 10.000 KM sederhana menggunakan Thunkable dengan pendekatan pemrograman berbasis blok (Block Programming).
Aplikasi yang dibuat memiliki konteks yang dekat dengan kompetensi siswa Teknik Otomotif. Siswa belajar bagaimana informasi mengenai servis berkala kendaraan pada jarak tempuh 10.000 kilometer dapat diolah dan disajikan dalam bentuk aplikasi digital sederhana yang mudah digunakan.
Belajar Pemrograman Berbasis Event
Dalam proses pembuatan aplikasi, siswa menerapkan konsep Pemrograman Berbasis Event (PBE). Melalui konsep ini, siswa memahami bahwa sebuah program dapat memberikan respons terhadap tindakan tertentu yang dilakukan oleh pengguna.
Misalnya, ketika pengguna menekan tombol, memasukkan informasi, atau memilih menu tertentu, aplikasi akan menjalankan perintah yang telah dirancang sebelumnya. Dari praktik tersebut, siswa mulai memahami hubungan antara input, proses, dan output dalam sebuah sistem aplikasi.
Penggunaan Thunkable dengan pemrograman berbasis blok juga memungkinkan siswa mempelajari konsep pemrograman dengan cara yang lebih visual. Siswa cukup menyusun blok-blok perintah secara logis untuk menentukan bagaimana aplikasi harus bekerja.
Melatih Logika, Kreativitas, dan Pemecahan Masalah
Pelatihan KKA tidak hanya bertujuan agar siswa mampu menghasilkan sebuah aplikasi sederhana. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih logika berpikir, berpikir sistematis, kreativitas, ketelitian, kemampuan menganalisis, serta keterampilan memecahkan masalah.
Dalam proses pembuatan aplikasi, siswa akan menemukan berbagai kemungkinan kesalahan. Ketika tombol tidak berfungsi atau aplikasi tidak memberikan respons sesuai yang diharapkan, siswa belajar mencari penyebabnya, memeriksa kembali susunan blok program, kemudian melakukan perbaikan.
Proses tersebut melatih pola berpikir problem solving, yaitu membiasakan siswa untuk tidak langsung menyerah ketika menghadapi masalah. Siswa belajar mengidentifikasi masalah, mencari penyebab, menyusun solusi, menguji solusi, dan memperbaikinya apabila belum berhasil.
Kemampuan tersebut tidak hanya berguna dalam pembelajaran koding, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja. Ketika menghadapi suatu persoalan, siswa dapat menggunakan pola berpikir yang sama: memahami permasalahan, menentukan langkah penyelesaian, mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki hasil.
Menghubungkan Teknologi Digital dengan Dunia Otomotif
Pelatihan ini juga memberikan pengalaman bahwa teknologi digital dan koding dapat diterapkan pada berbagai bidang keahlian, termasuk otomotif.
Aplikasi Servis Berkala 10.000 KM yang dibuat dalam kegiatan ini merupakan contoh sederhana bagaimana teknologi dapat membantu pekerjaan di bidang otomotif. Ke depan, konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang memiliki fitur pengingat jadwal servis, pencatatan riwayat perawatan kendaraan, informasi komponen yang perlu diperiksa, hingga pengingat berdasarkan jarak tempuh kendaraan.
Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi otomotif dapat dipadukan dengan teknologi digital untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif dan praktis. Di dunia kerja yang terus berkembang, kemampuan menggabungkan kompetensi kejuruan dengan literasi digital dan pemrograman menjadi bekal yang semakin penting bagi siswa SMK.
Melalui kegiatan KKA ini, siswa X Teknik Otomotif 2 diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai belajar menjadi pencipta dan pengembang solusi digital sederhana. Pembelajaran tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemampuan berpikir komputasional serta kesiapan siswa menghadapi perkembangan teknologi di kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Leave a Reply